.

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label siswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label siswa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 November 2009

Kompinen, Sasaran dan Faktor Inovasi

Komponen Dasar Pembaharuan (Inovasi)

Inovasi adalah gagasan, tindakan atau barang yang dianggap baru oleh seseorang. Inovasi harus disebarluaskan. Salah satu bekal yang berguna bagi usaha memasyarakatkan inovasi adalah memahami karakteristik inovasi dan faktor-faktor apa saja yang berpengaruh dalam proses penyebaran inovasi ke dalam satu sistem sosial.

Karakteristik inovasi menurut Rogers yang dapat mempengaruhi cepat atau lambatnya penerimaan inovasi adalah, keuntungan relatif , kompatibel, kompleksitas, triabilitas, observabilitas (dapat diamati).

Sedangkan atribut inovasi menurut Zaltman adalah, pembiayaan, balik modal, efisiensi, risiko dan ketidakpastian, mudah dikomunikasikan, kompatibilitas, kompleksitas, status ilmiah, kadar keaslian, dapat dilihat kemanfaatannya, dapat dilihat batas sebelumnya, keterlibatan, hubungan interpersonal, kepentingan umum atau pribadi, penyuluh inovasi.

Sasaram Program Pembaharuan (Inovasi) dalam Bidang Pendidikan

Pendidikan adalah suatu sistem, maka inovasi pendidikan mencakup hal-hal yang berhubungan dengan komponen sistem pendidikan. Contoh-contoh inovasi dalam komponen pendidikan antara lain pembinaan personalia, banyaknya personal dan wilayah kerja, fasilitas fisik, penggunaan waktu, perumusan tujuan, prosedur, peran yang diperlukan, wawasan dan perasaan, bentuk hubungan antar- bagian, hubungan dengan sistem yang lain, strategi, bahan belajar, model pembelajaran seperti quantum teaching, pembelajaran dengan menggunakan internet seperti WEB-CT.

Faktor yang Mempengaruhi Pembaharuan (Inovasi) Pendidikan

Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dapat diciptakan inovasi-inovasi baru. Inovasi ini harus disebarkan agar terjadi perubahan sosial. Usaha penyebaran inovasi ini bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan.

Oleh karena itu keberhasilan suatu inovasi ditentukan oleh banyak faktor seperti yang dikemukakan Ibrahim yaitu, estimasi tidak tepat terhadap inovasi, adanya konflik dan kurangnya motivasi, inovasi yang tidak berkembang karena lambatnya material yang diterima dan sebab lain, adanya masalah keuangan, adanya penolakan inovasi dari kelompok tertentu, kurang adanya hubungan sosial.

Selain faktor-faktor utama penghambat inovasi tersebut di atas, ada faktor lain yang menghambat inovasi dalam bidang pendidikan, yaitu faktor kegiatan belajar-mengajar seperti pribadi guru dan siswa yang tidak bisa menerima perubahan, faktor internal dan eksternal, sistem pendidikan yang berlaku.

Dari hasil penelitian dari beberapa ahli ditemukan beberapa hambatan dalam penyebaran inovasi antara lain, hambatan geografi, hambatan sejarah, hambatan ekonomi, hambatan prosedur, hambatan personal, hambatan sosial budaya, dan hambatan politik,

Fullan mengkategorikan 3 faktor kunci yang mempengaruhi proses penerapan inovasi dalam bidang pendidikan yakni karakteristik perubahan, karakteristik lokal dan faktor eksternal.

Selain hal-hal tersebut di atas, faktor yang mempengaruhi inovasi dalam bidang pendidikan tentu saja adalah kecepatan adopsi inovasi. Kecepatan adopsi ini dipengaruhi oleh atribut/karakteristik inovasi, tipe keputusan inovasi, sifat saluran komunikasi yang digunakan, ciri-ciri sistem sosial, dan promosi dari agen pembaharu

Senin, 29 Juni 2009

TOPIK – TOPIK LINTAS KURIKULUM YANG BERPUSAT PADA SISWA

Bahasa Indonesia mempunyai posisi strategis dalam kurikulum sekolah karena diajarkan mulai dari sekolah dasr sampai perguruan tinggi dan juga sebagai bahasa pengantar dalam menyampaikan setiap mata pelajaran. Semakin tinggi kemampuan berbahasa Indonesia, semakin mudah yang bersangkutan memahami dan menguasai materi mata pelajaran tersebut. Oleh karena itu, dalam kenyataan bahwa orang yang tinggi dan luas pengetahuannya, lancar pula menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
Kaitan mata pelajaran bahasa Indonesia dengan mata pelajaran lain di sekolah, tidak hanya dalam bahasa pengantar. Kaitan antar mata pelajaran bahasa Indonesia dengan mata pelajaran lainitu dapat dilihat dalam topik – topik pembicaraan materi pelajaran. Keterpaduan dalam bahan pembelajaran tersebut memberikan keuntungan bagi mata pelajaran bahasa Indonesia maupun bagi mata pelajaran lainnya.
Dalam GBPP mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Sekolah Dasar terdapat 6 butir pokok yang berkaitan dengan bahan pembelajaran. Yaitu ;
1. Wacana sastra dapat dipakai sebagai bahan pembelajaran bahasa.
2. Bahana pembelajaran kebahasaan menacakup lafal, ejaan dan tanda baca, kosakata serta struktur dan wacana.
3. Bahan pembelajaran pemahaman diambil dari membaca.
4. Bahan pembelajaran penggunaan diambil dari bahanberbicara dan menulis.
5. Bahan pembelajaran bahasa dan sastra dapat dipadukan dengan bahan mata pelajaran lain seperti IPA, IPS, Matematika, dan lain-lain.
6. Bahan pembelajaran bahasa dan sastra kelas I dan II SD mencakup pelajaran IPA dan IPS
Berikut ini disajikan 3 pembelajaran dengan langkah-langkah pelaksanannya, dengan bahan pembelajaran puisi, wacana percakapan, dan instgruksi olah raga :
a) Bahan Pembelajaran Puisi
Pembelajaran : Menceritakan isi puisi di depan kelas
Bahan : Puisi
Langkah-Langkah :
1) Menyimak puisi.
2) Membaca puisi dalam hati
3) Meniru bacaan puisi.
4) Mengidentifikasi kata-kata sukar.
5) Mencari makna kata sukar dalam kamus.
6) Menafsirkan makna larik demi larik, keseluruhan inti puisi.
7) Menjawab pertanyaan mengenai puisi.
8) Menyusun paraphrase puisi.
9) Menceritakan isi puisi di depan kelas.
b) Bahan Pembelajaran Wacana Percakapan
Pembelajaran : Memraktikkan percakapan di depan kelas
Bahan : Wacana percakapan
Langkah-langkah :
1) Menyimak wacana.
2) Membaca wacana dalam hati
3) Meniru bacaan wacana.
4) Mengidentifikasi kata-kata sukar.
5) Mencari makna kata sukar dalam kamus.
6) Menafsirkan makna larik demi larik, keseluruhan inti wacana.
7) Menjawab pertanyaan mengenai wacana.
8) Menyusun paraphrase wacana.
9) Menceritakan isi wacana di depan kelas
c) Bahan Pembelajaran Instruksi Senam Pemanasan
Pembelajaran : Menyimak dan melaksakan perintah (sambil bermain).
Bahan : Instruksi Senam Pemanasan.
Langkah-langkah :
1) Berjalan di tempat.
2) Berlari mengelilingi halaman sambil bernyanyi.
3) Berjalan di tempat kembali.
4) Menganggunakan kepala ke atas 2x , ke bawah 2x.
5) Mengangkat kedua tangan ke atas, gerakan ke belakang 2x, dan kedepan 2x.
6) Mengangkat kaki ke belakang 2x, kaki kanan tetap menginjak tanah.
7)
Dalam pemilihan bahan pembelajaran tersebut harus berpusat dan disesuaikan pada pengalaman, minat, kebutuhan, lingkungan, dan sesuai dengan taraf kemampuan siswa. Tentu bahannya pun harus relevan dengan tema, pembelajaran, dan tujuan khusus pembelajaran.
Berdasarkan syarat- syarat yang harus dipenuhioleh suatu pembelajaran bahasa dan kaitannya dengan bahan mata pelajaran lain, maka dapatlah disusun pedoman topik-topik ( bahan pembelajaran bahasa) seperti berikut :
Pedoman pemilihan
Topik – topik Lintas Kurikulum
a. Sesuai dengan tema.
b. Sesuai dengan kompetensi dasar.
c. Sesuai dengan indikator hasil belajar.
d. Sesuai dengan :
a) Pengalaman,
b) Minat,
c) Kebutuhan,
d) Lingkungan,
e) Taraf kemampuan siswa.
e. Sesuai dengan materi pokok mata pelajaran terkait.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Enterprise Project Management