.

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label blogspot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label blogspot. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 November 2009

Ragam Karakter Guru Guna Membangun Kompleksifitas di Sekolah

Assalammu'alaikum... Wr. Wb.
Kawan-kawan....

Bersama Ianx..

Bahwasannya kita telah ketahui manusia itu diciptakan beragam macam orang yang beragam macam pula sifat dan karakternya. Ada yang baik, lemah lembut, sabar, bijaksana, pemaaf, tegas, pemarah, galak, mata duitan , dll. Tentunya seorang guru pun memiliki keberagaman tersebut, dengan beragam kepribadian dan karakter itu sehingga bukan hanya di lihat dari sudut di mana guru harus mengadaptasi pada siswanya. Tetapi, bahwasanya siswa pun musti beradaptasi dengan lingkungan dan kondisi yang dibentuk oleh gurunya, karena kita ketahui seseorang itu memiliki suatu karakter dan kepribadian yang terkadang sulit sekali untuk berbubah karena sudah sangat erat melekat pada dirinya sehingga tidak dapat terpalingkan dan tertutupi lagi. Jadi menurut saya, siswa pun harus bisa mengerti akan hal itu dan beradaptasi karenanya.

Dengan begitu dalam kehidupan bersekolah itu tidak hanya terjadi satu arah adaptasi dari sang guru saja, tetapi juga dari siswanya sendiri agar terjadi suatu sinkronisasi peradaptasian sehingga dapat saling mengerti satu sama lain guna berlangsungnya kegiatan persekolahan yang efektif , dan kondusif. Efektif karena tidak adanya waktu terbuang oleh segala macam hal yang tidak diperlukan, seperti kisruh dan pertentangan antara guru dan siswa. Atraktif karena dari peradaptasian tersebut mereka bisa saling sharing tentang apa yang keduanya perlukan, seperti siswa itu memerlukan penjelasan yang lebih lanjut lagi pada gurunya dan guru pun memberikan penjelasannya. Kondusif karena dari keduanya saling mengerti satu sama lain sehingga dapat melangsungkan kegiatan persekolahan dengan baik dan tenang guna mencapai target ke depannya yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

Sesungguhnya dengan beragam macam karakter setiap guru dalam suatu sekolah itu bagus. Karena tidak mungkin suatu sekolah memiliki hanya 1 macam karakter guru saja. Meski memang dari beragam karakternya itu tidak semuanya itu ada yang baik, adil, dan bijaksana dengan segala ucapan, pikiran dan perilakunya. Bila pun memang seorang siswa di pertemukan dengan guru yang galak, pemarah, mata duitan, genit, dll. Itu juga bagus karena dengan adanya ragam macam karakter guru dalam suatu sekolah itu dapat mengajarkan siswa tersebut bagaimana menghadapi seseorang yang lebih berumur dari mereka dengan segala macam karakternya. Maka dengan terjadinya hal seperti berikut, siswa akan terbiasa dengan beragam situasi dan kondisi yang mereka hadapi pada saat nanti mereka berada dalam kehidupan sehari-hari.

Saya berpendapat demikian karena berdasarkan dari apa yang saya alami saat sekolah dulu hingga saat ini kuliah... setiap karakter guru itu mempunyai suatu peranan tersendiri dari setiap karakter pribadinya. Membuat suasana kehidupan bersekolah lebih berwarna dengan segala warna pola berfikir, sikap , dan perilaku siswa juga gurunya. Dahulu memang saya sempat berfikir seandainya semua guru itu baik dan tegas seperti seorang guru yang saya kenal, tetapi kini saya berpandangan bahwa keragaman karakter dan pribadi guru itu mempunya suatu nilai tambah untuk mengembangkan sifat, kepribadian dan kedewasaan siswa. Dimana saat seorang siswa di hadapkan dengan seorang guru yang bisa dibilang galak, siswa itu mendapat kan suatu pengalaman berhadapan nanti dengan orang yang mempunya karaker seperti itu nanti harus kah di galaki lagi? di halusi? Dan seperti apa cara melakukannya.

Yang kawan-kawan sekalian...

Mungkin hanya sejauh ini saya IANX menceritakan sedikit apa yang ada dalam fikiran saya yang berdasar dari pengalaman pribadi kepada kawan-kawan sekalian...

Terimakasih...

Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Jumat, 20 November 2009

Hakikat dan Komponen Strategi Pembelajaran

Hakikat Strategi Pembelajaran

Strategi pembelajaran adalah cara-cara yang akan digunakan oleh pengajar untuk memilih strategi kegiatan belajar yang akan digunakan sepanjang proses pembelajaran. Pemilihan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi, sumber belajar, kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran tertentu.

Hubungan antara strategi, tujuan dan metode pembelajaran dapat digambarkan sebagai suatu kesatuan sistem yang bertitik tolak dari penentuan tujuan pembelajaran, pemilihan strategi pembelajaran dan dan perumusan tujuan, dan kemudian diimplementasikan ke dalam berbagai metode yang relevan selama proses pembelajaran berlangsung.

Komponen dan Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran

Secara umum komponen strategi pembelajaran terdiri dari 5 (lima) komponen yang saling berinteraksi dengan karakter fungsi dalam mencapai tujuan pembelajaran, yaitu (1) kegiatan pembelajaran pendahuluan, (2) penyampaian informasi, (3) partisipasi peserta didik, (4) tes dan, (5) kegiatan lanjutan.

Pemilihan strategi pembelajaran hendaknya ditentukan berdasarkan kriteria berikut: (1) orientasi strategi pada tugas pembelajaran, (2) relevan dengan isi/materi pembela-jaran, (3) metode dan teknik yang digunakan difokuskan pada tujuan yang ingin dicapai, dan (4) media pembelajaran yang digunakan dapat merangsang indera peserta didik secara simultan.

Pendekatan Inovatif dalam Strategi Pembelajaran

Pendekatan inovatif dalam strategi pembelajaran diperlukan untuk mengaktifkan keterlibatan siswa secara mandiri dalam proses pembelajaran melalui kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada poses penemuan (discovery) dan pencarian (inquiry).

Terdapat berbagai pendekatan inovatif yang dapat dilaksanakan oleh guru di kelas, salah satu di antaranya adalah pendekatan keterampilan proses. Pada pendekatan ini siswa hanya diberi kail dan cars mengailnya (teknologinya) untuk kemudian diharapkan dapat dikembangkan iebih lanjut oleh siswa itu sendiri (inovasi baru yang terus bergulir)

Kompinen, Sasaran dan Faktor Inovasi

Komponen Dasar Pembaharuan (Inovasi)

Inovasi adalah gagasan, tindakan atau barang yang dianggap baru oleh seseorang. Inovasi harus disebarluaskan. Salah satu bekal yang berguna bagi usaha memasyarakatkan inovasi adalah memahami karakteristik inovasi dan faktor-faktor apa saja yang berpengaruh dalam proses penyebaran inovasi ke dalam satu sistem sosial.

Karakteristik inovasi menurut Rogers yang dapat mempengaruhi cepat atau lambatnya penerimaan inovasi adalah, keuntungan relatif , kompatibel, kompleksitas, triabilitas, observabilitas (dapat diamati).

Sedangkan atribut inovasi menurut Zaltman adalah, pembiayaan, balik modal, efisiensi, risiko dan ketidakpastian, mudah dikomunikasikan, kompatibilitas, kompleksitas, status ilmiah, kadar keaslian, dapat dilihat kemanfaatannya, dapat dilihat batas sebelumnya, keterlibatan, hubungan interpersonal, kepentingan umum atau pribadi, penyuluh inovasi.

Sasaram Program Pembaharuan (Inovasi) dalam Bidang Pendidikan

Pendidikan adalah suatu sistem, maka inovasi pendidikan mencakup hal-hal yang berhubungan dengan komponen sistem pendidikan. Contoh-contoh inovasi dalam komponen pendidikan antara lain pembinaan personalia, banyaknya personal dan wilayah kerja, fasilitas fisik, penggunaan waktu, perumusan tujuan, prosedur, peran yang diperlukan, wawasan dan perasaan, bentuk hubungan antar- bagian, hubungan dengan sistem yang lain, strategi, bahan belajar, model pembelajaran seperti quantum teaching, pembelajaran dengan menggunakan internet seperti WEB-CT.

Faktor yang Mempengaruhi Pembaharuan (Inovasi) Pendidikan

Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dapat diciptakan inovasi-inovasi baru. Inovasi ini harus disebarkan agar terjadi perubahan sosial. Usaha penyebaran inovasi ini bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan.

Oleh karena itu keberhasilan suatu inovasi ditentukan oleh banyak faktor seperti yang dikemukakan Ibrahim yaitu, estimasi tidak tepat terhadap inovasi, adanya konflik dan kurangnya motivasi, inovasi yang tidak berkembang karena lambatnya material yang diterima dan sebab lain, adanya masalah keuangan, adanya penolakan inovasi dari kelompok tertentu, kurang adanya hubungan sosial.

Selain faktor-faktor utama penghambat inovasi tersebut di atas, ada faktor lain yang menghambat inovasi dalam bidang pendidikan, yaitu faktor kegiatan belajar-mengajar seperti pribadi guru dan siswa yang tidak bisa menerima perubahan, faktor internal dan eksternal, sistem pendidikan yang berlaku.

Dari hasil penelitian dari beberapa ahli ditemukan beberapa hambatan dalam penyebaran inovasi antara lain, hambatan geografi, hambatan sejarah, hambatan ekonomi, hambatan prosedur, hambatan personal, hambatan sosial budaya, dan hambatan politik,

Fullan mengkategorikan 3 faktor kunci yang mempengaruhi proses penerapan inovasi dalam bidang pendidikan yakni karakteristik perubahan, karakteristik lokal dan faktor eksternal.

Selain hal-hal tersebut di atas, faktor yang mempengaruhi inovasi dalam bidang pendidikan tentu saja adalah kecepatan adopsi inovasi. Kecepatan adopsi ini dipengaruhi oleh atribut/karakteristik inovasi, tipe keputusan inovasi, sifat saluran komunikasi yang digunakan, ciri-ciri sistem sosial, dan promosi dari agen pembaharu

Sabtu, 17 Oktober 2009

Pengenalan Blog

Blog merupakan singkatan dari "web log" adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.\



Daftar isi

  • 1.Sejarah
  • 2. Komunitas Blogger
  • 3. Jenis-jenis Blog
  • 4. Budaya Populer
  • 5. Resiko Kejahatan
  • 6. Perkembangan
  • 7. Manfaat
  • 8. Tips & Trick

1. Sejarah

Media blog pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh Pyra Lab sebelum akhirnya PyraLab diakuisi oleh Google.Com pada akhir tahun 2002 yang lalu. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat sumber terbuka yang diperuntukkan kepada perkembangan para penulis blog tersebut.

Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, dari sebuah catatan harian, media publikasi dalam sebuah kampanye politik, sampai dengan program-program media dan perusahaan-perusahaan. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis, . Banyak juga weblog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, seperti menggunakan buku tamu dan kolom komentar yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang yang sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif.

Situs-situs web yang saling berkaitan berkat weblog, atau secara total merupakan kumpulan weblog sering disebut sebagai blogosphere. Bilamana sebuah kumpulan gelombang aktivitas, informasi dan opini yang sangat besar berulang kali muncul untuk beberapa subyek atau sangat kontroversial terjadi dalam blogosphere, maka hal itu sering disebut sebagai blogstormatau badai blog.


2. Komunitas Blogger

Komunitas blogger adalah sebuah ikatan yang terbentuk dari para blogger berdasarkan kesamaan-kesamaan tertentu, seperti kesamaan asal daerah, kesamaan kampus, kesamaan hobi, dan sebagainya. Para blogger yang tergabung dalam komunitas-komunitas blogger tersebut biasanya sering mengadakan kegiatan-kegiatan bersama-sama seperti kopi darat.

Untuk bisa bergabung di komunitas blogger, biasanya ada semacam syarat atau aturan yang harus dipenuhi untuk bisa masuk di komunitas tersebut, misalkan berasal dari daerah tertentu.

Beberapa jenis komunitas blogger adalah Komunitas Blogger Daerah, yaitu Komunitas Blogger berdasarkan kedaerahan atau wilayah tertentu, Komunitas Blogger Non-Daerah, yang biasanya terbentuk karena kesamaan hobi atau yang lainnya, dan Komunitas Blogger Kampus.


3. Jenis-jenis blog

  • Blog politik: Tentang berita, politik, aktivis, dan semua persoalan berbasis blog (Seperti kampanye).
  • Blog pribadi: Disebut juga buku harian online yang berisikan tentang pengalaman keseharian seseorang, keluhan, puisi atau syair, gagasan jahat, dan perbincangan teman.
  • Blog bertopik: Blog yang membahas tentang sesuatu, dan fokus pada bahasan tertentu
  • Blog kesehatan: Lebih spesifik tentang kesehatan. Blog kesehatan kebanyakan berisi tentang keluhan pasien, berita kesehatan terbaru, keterangan-ketarangan tentang kesehatan, dll.
  • Blog sastra: Lebih dikenal sebagai litblog (Literary blog).
  • Blog perjalanan: Fokus pada bahasan cerita perjalanan yang menceritakan keterangan-keterangan tentang perjalanan/traveling.
  • Blog riset: Persoalan tentang akademis seperti berita riset terbaru.
  • Blog hukum: Persoalan tentang hukum atau urusan hukum; disebut juga dengan blawgs (Blog Laws).
  • Blog media: Berfokus pada bahasan kebohongan atau ketidakkonsistensi media massa; biasanya hanya untuk koran atau jaringan televisi
  • Blog agama: Membahas tentang agama
  • Blog pendidikan: Biasanya ditulis oleh pelajar atau guru.
  • Blog kebersamaan: Topik lebih spesifik ditulis oleh kelompok tertentu.
  • Blog petunjuk (directory): Berisi ratusan link halaman website.
  • Blog bisnis: Digunakan oleh pegawai atau wirausahawan untuk kegiatan promosi bisnis mereka
  • Blog pengejawantahan: Fokus tentang objek diluar manusia; seperti anjing
  • Blog pengganggu (spam): Digunakan untuk promosi bisnis affiliate; juga dikenal sebagai splogs (Spam Blog)


4. Budaya populer

Ngeblog (istilah bahasa Indonesia untuk blogging) harus dilakukan hampir setiap waktu untuk mengetahui eksistensi dari pemilik blog. Juga untuk mengetahui sejauh mana blog dirawat (mengganti template) atau menambah artikel. Sekarang ada lebih 10 juta blog yang bisa ditemukan di Internet. Dan masih bisa berkembang lagi, karena saat ini ada banyak sekali software, tool, dan aplikasi Internet lain yang mempermudah para blogger (sebutan pemilik blog) untuk merawat blognya.selain merawat dan terus melakukan pembaharuan di blognya, para blogger yang tergolong baru pun masih sering melakukan blogwalking, yaitu aktivitas dimana para blogger meninggalkan link di blog atau situs orang lain seraya memberikan komentar. Beberapa blogger kini bahkan telah menjadikan blognya sebagai sumber pemasukan utama. Sehingga kemudian muncullah istilah profesional blogger, atau problogger, orang yang menggantungkan hidupnya hanya dari aktivitas ngeblog.Karena memang faktanya banyak chanel-chanel pendapatan dana baik berupa dolar maupun rupiah dari aktivitas ngeblog ini.

5. Resiko kejahatan

Karena blog sering digunakan untuk menulis aktivitas sehari-hari yang terjadi pada penulisnya, ataupun merefleksikan pandangan-pandangan penulisnya tentang berbagai macam topik yang terjadi dan untuk berbagi informasi - blog menjadi sumber informasi bagi para hacker, pencuri identitas, mata-mata, dan lain sebagainya. Banyak berkas-berkas rahasia dan penulisan isu sensitif ditemukan dalam blog-blog. Hal ini berakibat dipecatnya seseorang dari pekerjaannya, diblokir aksesnya, didenda, dan bahkan ditangkap.


6. Perkembangan

Dari perkembangannya yang begitu pesat, pengguna blog pun semakin banyak kian waktu. Dan web penyedia layanan blog pun bermunculan hingga saat ini. Jika dulu hanya Blogger.Com, kini ada : WordPress, Joomla, Multiply, geocities, dll.

Tapi, dari sekian banyak bertambahnya web penyedia blog, yang sering di gunakan adalah Blogger.Com dan WordPress.Com saja. Karena secara umum mungkin lebih simple untuk dipergunakan.

Berikut ini beberapa perbandingan dari Wordpress.Com dan Blogger.Com :

  • WordPress.Com pingnya lebih cepat dibanding Blogger.Com
  • Selain bisa dipergunakan gratis di tempatnya, WordPress.Com bisa juga untuk hostingan sendiri.
  • Sama-sama dapat melakukan tag.
  • Plug-in WordPress.Com lebih banyak, seperti :
    • Feed WP untuk agrigate (mengambil postingan orang)
    • SEO Pack untuk mempercepat blog kita di kenal oleh SEO agar mudah dicari oleh orang lain.
  • Namun dalam tampilan, Blogger.Com lebih mudah untuk modifikasi karena halamannya HTML.
  • WordPress.Com kita bias membuat kategori-kategori pada postingan kita.
  • Pada WordPress terdapat toolbar untuk penambahan halaman.
  • Blogger.Com dalam penambahan halamannya tidak dari toolbar itu sendiri, namun tergantung pada templatenya, jika ada menyediakan menu navigasi di atasnya, cukuplah dengan membuat postingan lalu menempelkan Link posting kita pada menu navigasi tersebut.


Ini hanyalah sedikit perbandingan dari saya, dan anda harus mencoba sendiri lebih lanjut karena setiap orang memiliki pemahaman berbeda dan kesenangan berbeda. Terkadang ada yang sangat fanatik dalam menggunakan salah satu dari Blog tersebut.


7. Manfaat


  1. Menyalurkan ide dan kreasi.
  2. Monetize (meng-uangkan).
  • Konvensional. (menjual produk)
  • Layanan Iklan (Link Banner).
  • PPC (Pay Per Click)
  • Aviliasi (Penawaran Produk Orang).
  1. Media pembelajaran.

    Dalam pemberian Materi Ajar.

    Pemberian tugas.


8. Tips dan Trick


  1. Promo Blog :
  • Blog Walking
  • Jejaring Sosial
  • Following Blog
  • Daftar Ad Sense
  1. Layout :
  • Jangan terlalu variasi.
  • Gunakan layout seperlunya.


  1. Penamaan :
  • Unik.
  • Relevan dengan isi yang dibahas dalam blog.

Minggu, 13 September 2009

Cara Mengatasi Anak Pendiam/ Pemalu

Salam hangat kawan-kawan, kali ini kita akan membahas mengenai cara menghadapi jika kawan-kawan sekalian menemukan anak yang pemalu atau pendiam.

Kita harus memberikan :

1. Perhatian,
2. Motivasi,
3. Pujian,


1. PERHATIAN

Dengan memberikan perhatian kita akan membuat si anak merasa ada di lingkungannya berada. Seperti memberikan kesempatan dia untuk tampil ke depan kelas agar dia memperoleh kepercyaan diri saat berada di depan kelas dan di sana dia kemudian terpancing untuk mencoba kembali tampil di depan.

2. MOTIVASI

Dengan memberikan motivasi maka kita akan memberikan suatu acuan atau dorongan agar dia terpacu untuk tampil dan berkreasi. Seperti memberikan suatu percontohan yang baik untuk melakukan suatu kegiatan dan tugas.

3. PUJIAN

Tidak lupa memberikan suatu pujian saat dia telah berhasil melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dia kerjakan,karena dengan memberikan suatu pujian itu dapat memberikan suatu rasa kepercayaan diri .Tetapi jangan terlalu berlebihan karena itu dapat membuat si anak merasa terlalu bisa melakukan segalanya dan akhirnya lupa akan posisi sebenarnya.


Baiklah kawan-kawan sekalian, saya rasa hanya itu yang saya bisa sampaikan. Apabila ada tanggapan ataupun sanggahan mengenai posting ini silahkan memberikan komen dan mengikuti blog saya.

Terimakasih

Jumat, 17 Juli 2009

Pengertian dan Unsur-Unsur Pendidikan

Seorang calon pendidik hanya dapat melaksanakan tugasnya denga nbaik jika memperoleh jawaban yang jelas dan benar tentang apa yang dimaksud pendidikan. Jawaban yang benar tentang pendidikan diperoleh melalui pemahaman terhadap unsur-unsurnya, konsepdasar yang melandasinya, dan wujud pendidikan sebagi sistem. Bab II ini akan mengkaji pengertian pendidikan,unsur-unsur pendidikan, dan sistem pendidikan.


A. PENGERTIAN PENDIDIKAN

1. Batasan tentang Pendidikan

Batasan tentang pendidikan yang dibuat oleh para ahli beraneka ragam, dan kandungannya berbeda yang satu dari yang lain. Perbedaan tersebut mungkin karena orientasinya, konsep dasar yang digunakan, aspek yang menjadi tekanan, atau karena falsafah yang melandasinya.

a. Pendidikan sebagai Proses transformasi Budaya

Sebagai proses transformasi budaya, pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Nilai-nilai budaya tersebut mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda. Ada tiga bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok diteruskan misalnya nilai-nilai kejujuran, rasa tanggung jawab, dan lain-lain.

b. Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi

Sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagi suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik. Proses pembentukan pribadi melalui 2 sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri.

c. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warganegara

Pendidikan sebagai penyiapan warganegara diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik.

d. Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja

Pendidikan sebagai penyimpana tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar utuk bekerja. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kerja pada calon luaran. Ini menjadi misi penting dari pendidikan karena bekerja menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia.

e. Definisi Pendidikan Menurut GBHN

GBHN 1988(BP 7 pusat, 1990: 105) memberikan batasan tentang pendidikan nasional sebagai berikut: pendidikan nasiaonal yang berakar pada kebudayaan bangsa indonesia dan berdasarkan pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 diarahkan untuk memingkatkan kecerdasan serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.

2. Tujuan dan proses Pendidikan

a. Tujuan pendidikan

Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan. Pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dazn merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.

b. Proses pendidikan

Proses pendidikan merupakan kegiatan mobilitas segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan, Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolaannya , pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro, meso, mikro. Adapun tujuan utama pemgelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal.

3. Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat (PSH)

PSH bertumpu pada keyakinan bahwa pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan, PSH merupakan sesuatu proses berkesinambungan yang berlangsung sepanjang hidup. Ide tentang PSH yang hampir tenggelam, yang dicetuskan 14 abad yang lalu, kemudian dibangkitkan kembali oleh comenius 3 abad yang lalu (di abad 16). Selanjutnya PSH didefenisikan sebagai tujuan atau ide formal untuk pengorganisasian dan penstrukturan pengalaman pendidikan. Pengorganisasian dan penstruktursn ini diperluas mengikuti seluruh rentangan usia, dari usia yang paling muda sampai paling tua.(Cropley:67)

Berikut ini merupakan alasan-alasan mengapa PSH diperlukan:

a. Rasional
b. Alasan keadilan
c. Alasan ekonomi
d. Alasan faktor sosial yang berhubungan dengan perubahan peranan keluarga, remaja, dan emansipasi wanita dalam kaitannya dengan perkembangan iptek
e. Alasan perkembangan iptek
f. Alasan sifat pekerjaan

4. Kemandirian dalam belajar

a. Arti dan perinsip yang melandasi
Kemandirian dalam belajar diartikan sebagai aktivitas belajar yang berlangsungnya lebih didorong oleh kamauan sendiri, pilihan sendiri, dan tanggung jawab sendiri dari pembelajaran. Konsep kemandirian dalam belajar bertumpu pada perinsip bahwa individu yang belajar akan sampai kepada perolehan hasil belajar.

b. Alasan yang menopang

Conny Semiawan, dan kawan-kawan (Conny S. 1988; 14-16) mengemukakan alasan sebagai berikut:

Ø Perkembangan iptek berlangsung semakin pesat sehingga tidak mungkin lagi para pendidik(khususnya guru) mengajarkan semua konsep dan fakta kepada peserta didik.

Ø Penemuan iptek tidak mutlak benar 100%, sifatnya relatif.

Ø Para ahli psikologi umumnya sependapat, bahwa peserta didik mudah memahami konsep-konsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh-contoh konkret dan wajar sesuai dengan situasi dan kondidi yang dihadapi dengan mengalami atau mempraktekannya sendiri.

Ø Dalam proses pendidikan dan pembelajaran pengembangan konsep seyogyanya tidak dilepaskan dari pengembangan sikap dan penanaman nilai-nilai ke dalam diri peserta didik.

B. UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN

Proses pendidikan melibatkan banyak hal yaitu:

1. Subjek yang dibimbing (peserta didik).
2. Orang yang membimbing (pendidik)
3. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif)
4. Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)
5. Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan)
6. Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode)
7. Tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan)

Penjelasan:
1. Peserta Didik
Peserta didik berstatus sebagai subjek didik. Pandangan modern cenderung menyebutkan demikian oleh karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya.

Ciri khas peserta didik yang perlu dipahami oleh pendidik ialah:

a. Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insan yang unik.
b. Individu yang sedang berkembang.
c. Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi.
d. Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri.

2. Orang yang membimbing (pendidik)
Yang dimaksud pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkunga yaitu lingkungankeluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masayarakat. Sebab itu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan ialah orang tua, guru, pemimpin program pembelajaran, latihan, dan masyarakat.

3. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif)
Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif dengan manipulasi isi, metode, serta alat-alat pendidikan.

4. Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)
a. Alat dan Metode
Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Secara khusus alat melihat jenisnya sedangkan metode melihat efisiensi dan efektifitasnya. Alat pendidikan dibedakan atas alat yang preventif dan yang kuratif.

b. Tempat Peristiwa Bimbingan Berlangsung (lingkungan pendidikan)
Lingkungan pendidikan biasanya disebut tri pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.

C. PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM

1. Pengertian Sistem

Beberapa definisi sitem menurut para ahli:

a. Sistem adalah suatu kebulatan keseluruhan yang kompleks atau terorganisir; suatu himpunan atau perpaduan hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan/keseluruhan yang kompleks atau utuh. (Tatang M. Amirin, 1992:10)

b. Sistem meruapakan himpunan komponen yang saling berkaitan yang bersama-sama berfungsi untuk mencapai suatu tujuan. (Tatang Amirin, 1992:10)

c. Sistem merupakan sehimpunan komponen atau subsistem yang terorganisasikan dan berkaitan sesuai rencana untuk mencapai suatu tujuan tertentu. (Tatang Amirin, 1992:11)

2. Komponen dan Saling Hubungan antara Komponen dalam Sistem Pendidikan.

Pendidikan sebagai sebuah sistem terdiri dari sejumlah komponen. Komponen tersebut antara lain: raw input (sistem baru), output(tamatan), instrumentalinput(guru, kurikulum), environmental input(budaya, kependudukan, politik dan keamanan).

3. Hubungan Sistem Pendidikan dengan Sitem Lain dan Perubahan Kedudukan dari Sistem

Sistem pendidikan dapat dilihat dalam ruang lingkup makro. Sebagai subsistem, bidang ekonomi, pendidikan,dan politik masing-masing-masing sebagai sistem. Pendidikan formal, nonformal, dan informal merupakan subsistem dari bidang pendidikan sebagai sistem dan seterusnya.

4. Pemecahan masalah pendidikan secara sistematik.

a. Cara memandang sistem
Perubahan cara memandang suatu status dari komponen menjadi sitem ataupunsebaliknya suatu sitem menjadi komponen dari sitem yang lebih besar, tidak lain daripada perubahan cara memandang ruang lingkup suatu sitem atau dengan kata lain ruang lingkup suatu permasalahan.
b. Masalah berjenjang

Semua masalah tersebut satu sama lain saling berkaitan dalam hubungan sebab akibat, alternatif maslah, dan latar belakang masalah.

c. Analisis sitem pendidikan

Penggunaan analisis sistem dalam pendidikan dimaksudkan untuk memaksimalkan pencapaian tujuan pendidikan dengan cara yang efesien dan efektif. Prinsip utama dari penggunaan analisis sistem ialah: bahwa kita dipersyaratkan untuk berpikir secra sistmatik, artinya harus memperhitungkan segenap komponen yang terlibat dalam maslah pendidikan yang akan dipecahkan.

d. Saling hubungan antarkomponen

Komponen-komponen yang baik menunjang terbentuknya suatu sistem yang baik. Tetapi komponen yang baik saja belum menjamin tercapainya tujuan sistem secara optimal, manakala komponen tersebut tidak berhibungan secra fungsional dengan komponen lain.

e. Hubungan sitem dengan suprasistem

Dalam ruang lingkup besar terlihat pula sistem yang satu saling berhubungan dengan sistem yang lain. Hal ini wajar, oleh karena pada dasarnya setiap sistem itu hanya merupakan satu aspek dari kehidupan. Sdangkan segenap segi kehidupan itu kita butuhkan, sehingga semuanya memerlukan pembinaandan pengembangan.

5. Keterkaitan antara pengajaran dan pendidikan

Kesimpulan yang dapat ditarik dari persoalan pengajaran dan pendidikan adalah:

a. pengajaran dan pendidikan dapat dibedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Masing-masing saling mengisis.

b. Pembedaan dilakukan hanya untuk kepentingan analisis agar masing-masing dapat dipahami lebih baik.

c. Pendidikan modern lebih cenderung mengutamakan pendidikan, sebab pendidikan membentuk wadah, sedangkan pengajaran mengusahakan isinya. Wadah harus menetap meskipun isi bervariasi dan berubah.

6. Pendidikan prajabatan (preservice education) dan pendidikan dalam jabatan (inservice education) sebagai sebuah sistem.

Pendidikan prajabatan berfungsi memberikan bekal secara formal kepada calon pekerja dalam bidang tertentu dalam periode waktu tertentu. Sedangkan pendidikan dalam jabatan bermaksud memberikan bekal tambahan kepada oramg-orang yang telah bekerja berupa penataran, kursus-kursus, dan lain-lain. Dengan kata lain pendidikan prajabatan hanya memberikan bekal dasar, sedangkan bekal praktis yang siap pakai diberikan oleh pendidikan dalam jabatan.

7. Pendidikan formal, non-formal, dan informal sebagai sebuah sistem.

Pendidikan formal yang sering disebut pendidikan persekolahan, berupa rangkaian jenjang pedidikan yang telah baku, misalnya SD,SMP,SMA, dan PT. Pendidikan nonformal lebih difokuskan pada pemberian keahlian atau skill guna terjun ke masyarakat. Pendidikan informal adalah suatu fase pendidikan yang berada di samping pendidikan formal dan nonformal.

Dapat disimpulkan bahwa pendidikan formal, nonformal, dan informal ketiganya hanya dapat dibedakan tetapi sulit dipisah-pisahkan karena keberhasilan pendidikan dalam arti terwujudnya keluaran pendidikan yang berupa sumberdaya manusia sangat bergantung kepada sejauh mana ketiga sub-sistem tersebut berperanan.

TEORITIS DAN HASIL KAJIAN

1 Latar Belakang dari Mazhab Rekonstruksionisme

Rekonstruktivisme merupakan elaborasi lanjut dari aliran progresivisme. Pada rekonstruktivisme, peradaban manusia masa depan sangat ditekankan. Di samping menekankan tentang perbedaan individual seperti pada progresivisme, rekonstruktivisme lebih jauh menekankan tentang pemecahan masalah, berfikir kritis dan sejenisnya. Aliran ini akan mempertanyakan untuk apa berfikir kritis, memecahkan masalah, dan melakukan sesuatu ? Penganut aliran ini menekankan pada hasil belajar dari pada proses.

Aliran Pendidikan rekonstruksionisme Merupakan kelanjutan dari gerakan progresivisme. Gerakan ini lahir didasarkan atas suatu anggapan bahwa kaum progresif hanya memikirkan dan melibatkan diri dengan masalah-masalah masyarakat yang ada sekarang. Rekonstruksionisme dipelopori oleh George Count dan Harold Rugg pada tahun 1930, ingin membangun masyarakat baru, masyarakat yang pantas dan adil.

Dan karena adanya perkembangan pemikiran-pemikiran manusia dari waktu ke waktu. Sehingga menimbulkan pemikiran baru pengembangan dari aliran Progresivisme. Yang tentunya mempunyai persamaan-persamaan juga menimbulkan perbedaan-perbedaan yang merupakan hasil pemikiran yang telah disempurnakan.

2 Perbandingan Rekonstruksionisme dan Progresivisme

Rekontruksionisme memang kelanjutan dari aliran Progresivisme, dan memiliki berbagai persamaan. Keduanya melekatkan kepentingan pokoknya pada pengalaman yang dimiliki para siswa. Misalnya karya Pratt (1948) mengilustrasikan kesatuan Rekonstruksionisme dan Progresivisme. Pada bukunya, I Learn From Children, ia menyatakan bahwa Sekolah Kota dan Kampung yang ia dirikan di Kota New York pada tahun 1914 “berusaha mencocokan sekolah dengan anak, bukan sebaliknya menyesuaikan anak dengan sekolah”. Kelas pun harus bercirikan dengan interaksi ekstensif antara guru dan siswa dan antara para siswa itu sendiri. Kedua mazhab tersebut menempatkan suatu tingkatan yang tinggi yang membawa masyarakat ke dalam kelas.

Dan berikut ini merupakan fokus dari masing-masing aliran :

2.1 Progresivisme :

(a) Pemecah persoalan (problem-solver) yang baik.

(b) Oposisi bagi setiap upaya pencarian kebenaran absolut.

(c) Lebih tertarik kepada perilaku pragmatis yang dapat berfungsi dan berguna dalam hidup.

(d) Pendidikan dipandang sebagai suatu proses.

(e) Mencoba menyiapkan orang untuk mampu menghadapi persoalan aktual atau potensial dengan keterampilan yang memadai.

(f) Mempromosikan pendekatan sinoptik dengan menghasilkan sekolah dan masyarakat bagi humanisasi.

(g) Bercorak student-centered.

(h) Pendidik adalah motivator dalam iklim demoktratis dan menyenangkan.

(i) Bergerak sebagai eksperimentasi alamiah dan promosi perubahan yang berguna untuk pribadi atau masyarakat.

2.2 Rekonstruksionisme :

(a) Promosi pemakaian problem solving tetapi tidak harus dirangkaikan dengan penyelesaian problema sosial yang signifikan.

(b) Mengkritik pola life-adjustment (perbaikan tambal-sulam) para Progresivist

(c) Pendidikan perlu berfikir tentang tujuan-tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Untuk itu pendekatan utopia pun menjadi penting guna menstimuli pemikiran tentang dunia masa depan yang perlu diciptakan.

(d) Pesimis terhadap pendekatan akademis, tetapi lebih fokus pada penciptaan agen perubahan melalui partisipasi langsung dalam unsur-unsur kehidupan.

(e) Pendidikan berdasar fakta bahwa belajar terbaik bagi manusia adalah terjadi dalam aktivitas hidup yang nyata bersama sesamanya.

(f) Learn by doing! (Belajar sambil bertindak).

3 Pengertian Mazhab Rekonstruksionisme

Rekonstruksionisme adalah mazhab filsafat pendidikan yang menempatkan sekolah/lembaga pendidikan sebagai pelopor perubahan masyarakat.Seperti yang telah dinyatakan oleh Caroline Pratt (1948), seorang rekonstruksionis sosial yang berpengaruh pada periode itu : “nilai terbesar suatu sekolah harus menghasilkan manusia-manusia yang dapat berpikir secara efektif dan bekerja secara konstruktif, yang saat bersamaan dapat membuat suatu dunia yang lebih baik dibandingkan dengan sekarang ini untuk hidup di dalamnya”. Dimana sekolah/lembaga pendidikan tersebut tidak hanya harus menstransmisikan pengetahuan mengenai tatanan sosial yang ada, melainkan juga harus berusahan merekonstruksii-nya seoptimal mungkin. Sehingga, menimbulkan suatu perubahan cara berfikir yang lebih efektif dan cara kerja yang konstruktif yang secara signifikan dapat membuat suatu dunia yang lebih baik dari sebelumnya atau mungkin juga lebih baik dari sekarang. I always remember “Today have to be more either from yesterday. Tomorrow have to be more either from today”.

4 Teori Pendidikan

Teori pendidikan rekonstruksionisme yang dikemukakan oleh Brameld (Kneller, 1971) terdiri atas 6 tesis, yaitu :

a. Pendidikan harus dilaksanakan di sini dan sekarang dalam rangka menciptakan tata sosial baru yang akan mengisi nilai-nilai dasar budaya kita, dan selaras dengan yang akan mendasari kekuatan-kekuatan ekonomi, dan sosial masyarakat modern. Masyrakat harus diubah bukan melalui tindakan politik, melainkan dengan cara yang sangat mendasar, yaitu melalui pendidikan bagi para warganya, menuju suatu pandangan baru tentang hidup dan kehidupan mereka bersama.

b. Masyarakat baru harus berada dalam kehidupan demokasi sejati, di mana sumber dan lembaga utama dalam masyarakat dikontrol oleh warganya sendiri. Struktur, tujuan dan keijakan-kebijakan yang berkaitan dengan tata aturan baru harus diakui merupakan bagian dari pendapat masyarakat.

c. Anak, sekolah, pendidikan itu sendiri dikondisikan oleh kekuatan budaya dan sosial. Melalui pendidikan, individu tidak hanya mengembangkan aspek-aspek sifat sosialnya melainkan juga belajar bagaimana keterlibatannya dalam perencanaan sosial.

d. Guru harus meyakini terhadap validitas dan urgensi dirinya dengan cara bijaksana dengan cara memperhatikan prosedur yang demokratis.

e. Cara dan tujuan pendidikan harus diubah kembali seluruhnya dengan tujuan untuk menemukan kebutuhan-kebutuhan yang berkaitan dengan krisis budaya dewasa ini, dan untuk menyesuaikan kebutuhan dengan sains sosial.

f. Kita harus meninjau kembali penyusunan kurikulum, isi pelajaran, metode yang dipakai, struktur administrasi, dan cara bagaimana guru dilatih.

Power (1982) menggunakan istilah neoprogresivisme untuk aliran rekonstruksionisme, dan mengemukakan implikasi pendidikan sebagai berikut :

1. Tema

Pendidikan merupakan usaha sosial. Misi sekolah adalah untuk meningkatkan rekonstruksi sosial.

2. Tujuan pendidikan

Pendidikan bertanggung jawab dalam menciptakan aturan sosial yang ideal. Transmisi budaya adalah esensial dalam masyarakat yang majemuk. Transmisi budaya harus mengenal fakta budaya majemuk tersebut.

3. Kurikulum

Kurikulum sekolah tidak boleh didominasi oleh budaya mayoritas maupun oleh budaya yang ditemukan atau disukai. Semua budaya dan nilai-nilai yang berhubungan berhak untuk mendapatkan tempat dalam kurikulum.

4. Kedudukan siswa

Nilai-nilai budaya siswa yang dibawa ke sekolah merupakan hal yang berharga. Keluhuran pribadi dan tangung jawab sosial ditingkatkan, manakala rasa hormat diterima semua latar belakang budaya.

5. Metode

Sebagai kelanjutan dari pendidikan progresif, metode aktivitas dibenarkan (learning by doing).

6. Peranan guru

Guru harus menunjukan rasa hormat yang sejati (ikhlas) terhadap semua budaya, baik dalam membei pelajaran maupun dalam hal lainnya. Pelajaran sekolah harus meawakili budaya masyarakat.

5 Hasil Kajian Observasi

Menurut hasil observasi yang saya lakukan di SD Karawang Kulon IX kelas V. Bahwa ternyata penerapan mazhab filsafat pendidikan yang digunakan adalah melalui pendekatan rekonstruksivisme. Dalam kegiatan pembelajaran tersebut, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkontruksi pengetahuannya sendiri dengan cara mengadakan eksplorasi terhadap apa yang ada disekelilingnya yang berkaitan dengan konsep yang akan dipelajari. Sebagai contoh, adanya hutan pinus dan hutan belantara yang ada disekitar siswa, dapat dijadikan sebagai sarana bagi anak untuk mengadakan eksplorasi sendiri. Dengan demikian siswa dapat memperoleh pengalaman mental dan pengalaman fisik yang sangat berpengaruh terhadap pembentukan konsep tersebut dalam struktur kognitif mereka.

Kurikulum yang ada di sekolah itu tidak hanya diterapkan begitu saja, tetapi juga dikembangkan kembali agar siswa dapat menyelesaikan suatu permasalahan yang akan terjadi dikemudian hari.

Pada saat awal pelajaran guru mengkondisikan kelas terlebih dahulu, kemudian memberikan apersepsi dengan cara mengemukakan hal-hal yang ada di sekitar anak yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas. Kemudian juga memberikan kesempatan kepada anak untuk mengemukakan apa yang sudah mereka ketahui tentang materi tersebut.

Pada kegiatan intinya, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengadakan eksplorasi dengan melihat keadaan langsung yang ada disekitarnya untuk menguji pengetahuan awal mereka tentang materi tersebut. Dan pada kegiatan akhir, guru memberikan tindak lanjut dalam bentuk penugasan kepada anak untuk mencari aplikasi dari konsep atau materi yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari. Dan yang terakhir, guru itu memberikan evaluasi.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Enterprise Project Management