.

Cari Blog Ini

Sabtu, 21 November 2009

Ragam Karakter Guru Guna Membangun Kompleksifitas di Sekolah

Assalammu'alaikum... Wr. Wb.
Kawan-kawan....

Bersama Ianx..

Bahwasannya kita telah ketahui manusia itu diciptakan beragam macam orang yang beragam macam pula sifat dan karakternya. Ada yang baik, lemah lembut, sabar, bijaksana, pemaaf, tegas, pemarah, galak, mata duitan , dll. Tentunya seorang guru pun memiliki keberagaman tersebut, dengan beragam kepribadian dan karakter itu sehingga bukan hanya di lihat dari sudut di mana guru harus mengadaptasi pada siswanya. Tetapi, bahwasanya siswa pun musti beradaptasi dengan lingkungan dan kondisi yang dibentuk oleh gurunya, karena kita ketahui seseorang itu memiliki suatu karakter dan kepribadian yang terkadang sulit sekali untuk berbubah karena sudah sangat erat melekat pada dirinya sehingga tidak dapat terpalingkan dan tertutupi lagi. Jadi menurut saya, siswa pun harus bisa mengerti akan hal itu dan beradaptasi karenanya.

Dengan begitu dalam kehidupan bersekolah itu tidak hanya terjadi satu arah adaptasi dari sang guru saja, tetapi juga dari siswanya sendiri agar terjadi suatu sinkronisasi peradaptasian sehingga dapat saling mengerti satu sama lain guna berlangsungnya kegiatan persekolahan yang efektif , dan kondusif. Efektif karena tidak adanya waktu terbuang oleh segala macam hal yang tidak diperlukan, seperti kisruh dan pertentangan antara guru dan siswa. Atraktif karena dari peradaptasian tersebut mereka bisa saling sharing tentang apa yang keduanya perlukan, seperti siswa itu memerlukan penjelasan yang lebih lanjut lagi pada gurunya dan guru pun memberikan penjelasannya. Kondusif karena dari keduanya saling mengerti satu sama lain sehingga dapat melangsungkan kegiatan persekolahan dengan baik dan tenang guna mencapai target ke depannya yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

Sesungguhnya dengan beragam macam karakter setiap guru dalam suatu sekolah itu bagus. Karena tidak mungkin suatu sekolah memiliki hanya 1 macam karakter guru saja. Meski memang dari beragam karakternya itu tidak semuanya itu ada yang baik, adil, dan bijaksana dengan segala ucapan, pikiran dan perilakunya. Bila pun memang seorang siswa di pertemukan dengan guru yang galak, pemarah, mata duitan, genit, dll. Itu juga bagus karena dengan adanya ragam macam karakter guru dalam suatu sekolah itu dapat mengajarkan siswa tersebut bagaimana menghadapi seseorang yang lebih berumur dari mereka dengan segala macam karakternya. Maka dengan terjadinya hal seperti berikut, siswa akan terbiasa dengan beragam situasi dan kondisi yang mereka hadapi pada saat nanti mereka berada dalam kehidupan sehari-hari.

Saya berpendapat demikian karena berdasarkan dari apa yang saya alami saat sekolah dulu hingga saat ini kuliah... setiap karakter guru itu mempunyai suatu peranan tersendiri dari setiap karakter pribadinya. Membuat suasana kehidupan bersekolah lebih berwarna dengan segala warna pola berfikir, sikap , dan perilaku siswa juga gurunya. Dahulu memang saya sempat berfikir seandainya semua guru itu baik dan tegas seperti seorang guru yang saya kenal, tetapi kini saya berpandangan bahwa keragaman karakter dan pribadi guru itu mempunya suatu nilai tambah untuk mengembangkan sifat, kepribadian dan kedewasaan siswa. Dimana saat seorang siswa di hadapkan dengan seorang guru yang bisa dibilang galak, siswa itu mendapat kan suatu pengalaman berhadapan nanti dengan orang yang mempunya karaker seperti itu nanti harus kah di galaki lagi? di halusi? Dan seperti apa cara melakukannya.

Yang kawan-kawan sekalian...

Mungkin hanya sejauh ini saya IANX menceritakan sedikit apa yang ada dalam fikiran saya yang berdasar dari pengalaman pribadi kepada kawan-kawan sekalian...

Terimakasih...

Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Jumat, 20 November 2009

Hakikat dan Komponen Strategi Pembelajaran

Hakikat Strategi Pembelajaran

Strategi pembelajaran adalah cara-cara yang akan digunakan oleh pengajar untuk memilih strategi kegiatan belajar yang akan digunakan sepanjang proses pembelajaran. Pemilihan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi, sumber belajar, kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran tertentu.

Hubungan antara strategi, tujuan dan metode pembelajaran dapat digambarkan sebagai suatu kesatuan sistem yang bertitik tolak dari penentuan tujuan pembelajaran, pemilihan strategi pembelajaran dan dan perumusan tujuan, dan kemudian diimplementasikan ke dalam berbagai metode yang relevan selama proses pembelajaran berlangsung.

Komponen dan Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran

Secara umum komponen strategi pembelajaran terdiri dari 5 (lima) komponen yang saling berinteraksi dengan karakter fungsi dalam mencapai tujuan pembelajaran, yaitu (1) kegiatan pembelajaran pendahuluan, (2) penyampaian informasi, (3) partisipasi peserta didik, (4) tes dan, (5) kegiatan lanjutan.

Pemilihan strategi pembelajaran hendaknya ditentukan berdasarkan kriteria berikut: (1) orientasi strategi pada tugas pembelajaran, (2) relevan dengan isi/materi pembela-jaran, (3) metode dan teknik yang digunakan difokuskan pada tujuan yang ingin dicapai, dan (4) media pembelajaran yang digunakan dapat merangsang indera peserta didik secara simultan.

Pendekatan Inovatif dalam Strategi Pembelajaran

Pendekatan inovatif dalam strategi pembelajaran diperlukan untuk mengaktifkan keterlibatan siswa secara mandiri dalam proses pembelajaran melalui kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada poses penemuan (discovery) dan pencarian (inquiry).

Terdapat berbagai pendekatan inovatif yang dapat dilaksanakan oleh guru di kelas, salah satu di antaranya adalah pendekatan keterampilan proses. Pada pendekatan ini siswa hanya diberi kail dan cars mengailnya (teknologinya) untuk kemudian diharapkan dapat dikembangkan iebih lanjut oleh siswa itu sendiri (inovasi baru yang terus bergulir)

Kompinen, Sasaran dan Faktor Inovasi

Komponen Dasar Pembaharuan (Inovasi)

Inovasi adalah gagasan, tindakan atau barang yang dianggap baru oleh seseorang. Inovasi harus disebarluaskan. Salah satu bekal yang berguna bagi usaha memasyarakatkan inovasi adalah memahami karakteristik inovasi dan faktor-faktor apa saja yang berpengaruh dalam proses penyebaran inovasi ke dalam satu sistem sosial.

Karakteristik inovasi menurut Rogers yang dapat mempengaruhi cepat atau lambatnya penerimaan inovasi adalah, keuntungan relatif , kompatibel, kompleksitas, triabilitas, observabilitas (dapat diamati).

Sedangkan atribut inovasi menurut Zaltman adalah, pembiayaan, balik modal, efisiensi, risiko dan ketidakpastian, mudah dikomunikasikan, kompatibilitas, kompleksitas, status ilmiah, kadar keaslian, dapat dilihat kemanfaatannya, dapat dilihat batas sebelumnya, keterlibatan, hubungan interpersonal, kepentingan umum atau pribadi, penyuluh inovasi.

Sasaram Program Pembaharuan (Inovasi) dalam Bidang Pendidikan

Pendidikan adalah suatu sistem, maka inovasi pendidikan mencakup hal-hal yang berhubungan dengan komponen sistem pendidikan. Contoh-contoh inovasi dalam komponen pendidikan antara lain pembinaan personalia, banyaknya personal dan wilayah kerja, fasilitas fisik, penggunaan waktu, perumusan tujuan, prosedur, peran yang diperlukan, wawasan dan perasaan, bentuk hubungan antar- bagian, hubungan dengan sistem yang lain, strategi, bahan belajar, model pembelajaran seperti quantum teaching, pembelajaran dengan menggunakan internet seperti WEB-CT.

Faktor yang Mempengaruhi Pembaharuan (Inovasi) Pendidikan

Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dapat diciptakan inovasi-inovasi baru. Inovasi ini harus disebarkan agar terjadi perubahan sosial. Usaha penyebaran inovasi ini bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan.

Oleh karena itu keberhasilan suatu inovasi ditentukan oleh banyak faktor seperti yang dikemukakan Ibrahim yaitu, estimasi tidak tepat terhadap inovasi, adanya konflik dan kurangnya motivasi, inovasi yang tidak berkembang karena lambatnya material yang diterima dan sebab lain, adanya masalah keuangan, adanya penolakan inovasi dari kelompok tertentu, kurang adanya hubungan sosial.

Selain faktor-faktor utama penghambat inovasi tersebut di atas, ada faktor lain yang menghambat inovasi dalam bidang pendidikan, yaitu faktor kegiatan belajar-mengajar seperti pribadi guru dan siswa yang tidak bisa menerima perubahan, faktor internal dan eksternal, sistem pendidikan yang berlaku.

Dari hasil penelitian dari beberapa ahli ditemukan beberapa hambatan dalam penyebaran inovasi antara lain, hambatan geografi, hambatan sejarah, hambatan ekonomi, hambatan prosedur, hambatan personal, hambatan sosial budaya, dan hambatan politik,

Fullan mengkategorikan 3 faktor kunci yang mempengaruhi proses penerapan inovasi dalam bidang pendidikan yakni karakteristik perubahan, karakteristik lokal dan faktor eksternal.

Selain hal-hal tersebut di atas, faktor yang mempengaruhi inovasi dalam bidang pendidikan tentu saja adalah kecepatan adopsi inovasi. Kecepatan adopsi ini dipengaruhi oleh atribut/karakteristik inovasi, tipe keputusan inovasi, sifat saluran komunikasi yang digunakan, ciri-ciri sistem sosial, dan promosi dari agen pembaharu

Selasa, 03 November 2009

Contact




E-Mail :
ianx.alone@gmail.com


YM:




 

 
Facebook :


Twitter :



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Enterprise Project Management